Thursday, October 6, 2011

Perusahaan Hiburan Dewasa Berencana Bangun ‘Bungker Porno’ pada Kiamat 2012


Safe: San Fernando Valley-based porn studio Pink Visual said the bunker is envisioned as far more than a mere bomb shelter

Ramalan suku Maya tentang berakhirnya dunia pada tahun 2012 depan, mungkin akan membuat orang-orang paranoid di antara kita mulai menyiapkan diri untuk menyambut kiamat.
Perusahaan pembuat film dewasa, Pink Visual, telah merancang ‘bungker porno’ mereka sendiri, lengkap dengan bar, tiang menari, dan sebuah studio produksi.
Berbicara kepada CBS, juru bicara Pink Visual, Quentin Boyer mengatakan bahwa tujuan mereka hanyalah untuk bertahan hidup dari kiamat yang akan datang dalam kenyamanan dan kemewahan.
“Kami hanya ingin bertahan hidup dari kiamat, tak peduli bencana tersebut berbentuk bola api yang menghantam bumi, curah hujan deras yang panjang, sebuah gempa yang mendorong tsunami raksasa, zombie pemkan daging, atau beberapa kombinasi di atas.” tutur Boyer.
Pink Visual juga sementara mengerjakan ‘daftar tamu’ tentang siapa saja yang akan diundang untuk tinggal di bunker tersebut.

Screen: Sasha Grey who has worked for Pink Visual in the past

Boyer menambahkan yang termasuk dalam daftar itu adalah pemain Visual Pink, anggota aktif pada situs mereka dan pengikut Twitter akan mendapatkan prioritas di atas masyarakat umum. Namun, lokasi pembuatan bunker ini dirahasiakan dari publik dengan alasan ‘masalah keamanan’. Menurut LA Weekly, setelah selesai pada bulan September 2012, bungker tersebut akan menampung sekitar 1.200 sampai 1.500 orang.
Location? The San Fernando Valley where the company is based and a possible location for the bunker

Renungan Malam


Hidup itu sederhana; ambil keputusan, lakukan dan jangan menyesalinya

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”
”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.”

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”
”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.”

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”
”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.”

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
”Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.”

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.”

sumber